SELAMAT DATANG di MAJELIS ILMU dan REPARASI TEKNIK MESIN ( RTM ).........>>> Blog ini berisi tentang Ilmu Teknik Dan Ilmu Pendukung lainnya .... mudah - mudahan bisa bermanfaat bagi KITA semua... AMIN....AMIN...AMIN....

Rabu, 01 April 2026

RELAY

 RELAY

 1. Pengertian Relay

Pengertian relay adalah salah satu komponen elektronika yang berbentuk seperti saklar dan dioperasikan menggunakan listrik. Komponen ini terdiri dari dua bagian, yaitu elektromagnet (coil) dan mekanikal (switch). Dalam pengoperasiannya, relay memanfaatkan prinsip elektromagnetik untuk menggerakkan saklar dan menghantarkan arus listrik.

Dalam dunia elektronika, relay dikenal sebagai komponen yang dapat mengimplementasikan logika switching. Sebelum tahun 70an, relay merupakan “otak” dari rangkaian pengendali. Baru setelah itu muncul PLC yang mulai menggantikan posisi relay.

Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut :

a.       Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar.

b.      Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.

Di bawah ini contoh relay yang beredar di pasaran:

 

Gambar 1a. Relay di pasaran

Sumber gambar : Istock Photos

 

Gambar 1b. Relay di pasaran

Sumber : Handy Wicaksono - Catatan Kuliah ”Automasi 1”

 

Fungsi Relay dalam Dunia Industri

a.       Pengendali Arus Listrik pada Kendaraan: Relay digunakan dalam kendaraan bermotor untuk mengendalikan arus yang besar dengan memanfaatkan arus kecil, seperti pada starter mobil dan sepeda motor.

b.      Pengontrol Panel Listrik: Relay juga digunakan dalam panel listrik untuk mengendalikan kontaktor dengan kapasitas listrik besar.

c.       Perantara Kontaktor PLC: PLC tidak bisa mengendalikan kontaktor secara langsung, sehingga memerlukan relay sebagai perantara karena batasan kapasitas PLC.

d.      Perlindungan Kelistrikan Klakson: Relay digunakan untuk melindungi kelistrikan klakson pada kendaraan agar tidak menyebabkan kerusakan.

e.       Pengontrol Motor AC: Relay digunakan untuk mengontrol motor kompresor, kipas, dan pompa pendingin.

f.       Sistem Kontrol Digital: Relay digunakan dalam sistem kontrol digital untuk beradaptasi dengan sinyal tingkat rendah, sensitivitas sedang, dan tindakan switching yang cepat. Secara umum, relay digunakan untuk memenuhi fungsi – fungsi berikut :

Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dari jarak jauh

Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan, Contohnya starting relay pada mesin mobil

Pengatur logika kontrol suatu sistem

2.      Jenis-jenis Relay berdasarkan Ketetapan Nasional

a.      Single Pole Double Throw (SPDT Relay): Memiliki 5 terminal, dengan 3 terminal sebagai saklar dan 2 terminal sebagai coil.

 

 

Gambar 2 Relay jenis Single Pole Double Throw (SPDT)

Sumber : Kilian, Christopher T, Modern Control Technology,

(West Publishing Co : 1996)

b.      Single Pole Single Throw (SPST Relay): Memiliki 4 terminal, dengan 2 terminal sebagai saklar dan 2 terminal sebagai coil.

c.       Double Pole Double Throw (DPDT Relay): Memiliki 8 terminal, dengan 6 terminal sebagai 3 pasang terminal yang dikontrol oleh coil dan 2 terminal sebagai coil.

 

Gambar 3. Timer Relay

Sumber : Handy Wicaksono - Catatan Kuliah ”Automasi 1

d.      Double Pole Single Throw (DPST Relay): Memiliki 6 terminal, dengan 4 terminal digabung menjadi 2 terminal dan 2 terminal sebagai coil.

 

Prinsip Kerja Relay: Relay terdiri dari empat komponen dasar yaitu elektromagnet (coil), armature, switch contact point (saklar), dan spring. Saklar pada relay dapat berupa normally closed (NC) atau normally open (NO), bergantung pada kondisi awal sebelum diaktifkan.

3.      Cara Kerja Relay

Relay terdiri dari coil dan contact. Perhatikan gambar di bawah gambar 4, coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedang contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus listrik di coil. Contact ada 2 jenis : Normally Open (kondisi awal sebelum diaktifkan open), dan Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close). Secara sederhana berikut ini prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat energy listrik (energized), akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas, dan contact akan menutup.

 

Gambar 4. Skema relay elektromekanik

Sumber : Handy Wicaksono - Catatan Kuliah ”Automasi 1”

Ketika kumparan elektromagnetik dalam relay mendapatkan aliran listrik, akan muncul medan magnet yang menarik tuas armature sehingga mengubah posisi kontak switch dari NC menjadi Open dan begitu pula untuk kontak NC berubah menjadi open.


4.      Timer Relay

Timing relay adalah jenis relay yang khusus. Cara kerjanya ialah sebagai berikut : jka coil dari timing relay ON, maka beberapa detik kemudian, baru contact relay akan ON atau OFF (sesuai jenis NO/NC contact). Simbol daritiming relay bisa dilihat pada gambar 6 Sedang latching relay ialah jenis relay digunakan untuk latching atau mempertahankan kondisi aktif input sekalipun input sebenarnya sudah mati. Cara kerjanya ialah sebagai berikut: jika latch coil diaktifkan, ia tidak akan bisa dimatikan kecuali unlatch coil diaktifkan. Simbol dari latching relay bisa dilihat pada gambar:

 

Gambar 5. Timer Relay

Sumber : Handy Wicaksono - Catatan Kuliah ”Automasi 1

  

Gambar 6. Timer Relay

Sumber : Handy Wicaksono - Catatan Kuliah ”Automasi 1

 

5.      Kelebihan Relay

Relay memiliki kelebihan karena coil dan kontak relay terpisah sehingga tidak saling terpengaruh. Dengan tegangan 5 Volt DC dan arus kecil, relay dapat mengontrol lampu 220 Volt 400 Watt.

6.      Kontrol Relay logic

Logika Kontak pada relay yang ada di pasaran Terdapat 3 logika dasar saat melakukan pemrograman dengan kontak.

a.       Logika Not (Tidak Sama Dengan)

Logika NOT pada kontak dapat diartikan sebagai logika pemutus, umumnya dengan menggunakan kontak NC. Saat tidak diaktifkan (False), kontak berperan menyambungkan aliran, tetapi saat ditekan (True) maka berperan memutuskan aliran arus.  

 

Gambar 7 Logika Not

Perhatikan gambar di atas. Sebelum kontak A ditekan, output sudah menyala. Namun sebaliknya saat kontak A ditekan, output akan mati. Logika ini disebut dengan TIDAK atau NOT Logic. Logika ini sering digunakan untuk memutus aliran arus listrik atau digunakan sebagai instruksi OFF.

b.      Logika OR (Atau)

Logika OR dapat diartikan sebagai logika alternatif, yaitu pilihan untuk dapat menyambungkan sebuah aliran arus dengan melalui salah satu kontak. Dengan demikian, mengaktifkan salah satu saja dari kontak A atau kontak B atau keduanya secara bersamaan akan dapat menyalakan Output. 

 

Gambar 8 Logika Or

Contoh penerapan logika ini adalah pada pengoperasian lampu dari beberapa titik. Lampudapat diaktifkan dari beberapa tempat dengan menggunakan beberapa tombol berbeda dengan cara menyambung secara paralel kontak tombol – tombol tersebut.

c.       Logika AND (Dan)

Logika AND dapat diartikan sebagai logika syarat, yaitu kombinasi 2 kontak atau lebih yang hanya bisa menyambungkan aliran arus apabila kedua - duanya diaktifkan dalam waktu yang bersamaan. Kontak – kontak tersebut tidak dapat menyambungkan apabila hanya salah satu yang ditekan.

 

Gambar 9 Logika And

Tidak ada komentar:

Posting Komentar